Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Thursday, December 30, 2010

risalah abu

sore itu...
lonceng berbunyi, berdenting gemelinting...
bukan lonceng gereja...
bukan juga lonceng kereta..
maaf, itu lonceng kematian...

wussh..
desiran angin itu tak lagi dingin..
mengejar manusia dari lereng menuju ke hutan..
perih...
hampir tak ada waktu untuk menarik nafas...

teriakan lantang saling berhantaman..
jejak-jejak kaki penuh luka dan darah berceceran...
lestari merapi hilang tertelan waktu..
membawa pesan langit untuk dunia..

ini hanyalah Sebuah nyanyian rintihan,
Dari runtuhan bayang-bayang..
Tersudut duka tanpa belaian .
Terselip lara menyesakkan dada..


Bencana lagi, bencana lagi..
Di tengah kemilau debu merapi..
Derita jerit pengungsi merobek telinga..
Ditelan gemuruh putus asa..

Hamparan manusia hangus seperti tak ada arti..
Yang lain mengungsi menunggu janji esok tadi
Menangisi sayatan derita..
Daun-daun jiwa yang terbakar tangisan alam..

Ada yang bersabar dengan Tuhannya..
Ada yang memaki TUhannya...

Wahai tuan-tuan pengungsi yang besar hati.
akankah engkau terus bersembunyi dari kenyataan ini,
bangkitlah dari tenda-tenda derita..
jangan kau usir harapan yang menunggu di depan mata,,

menangislah namun jangan kau salahkan Tuhan..
Anggaplah ini semua taqdir buruk yang berbisik,
atas alam yang semakin terusik..
Meminta jawab arti hidupmu..
seberapa dalam engkau memaknainya,,

Jangan pernah tersentak dan menyendiri,
Senandungkanlah nyanyian masa depan..
Ukirlah waktu dengan cita-cita indah indah..
Jangan pernah kau simpan sedih yang merindu..
Ungkapkanlah kepada PemilikNYA
Sebagaimana Dia mengungkapkan pesan kepadamu,
Merapi, juga manusia sunyi..

0 comments:

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--