Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Saturday, January 1, 2011

ketika unyil dan upin ipin bergandeng tangan


kan udah sama2 pake sarung ma peci...
jadi ngapain ribut..mending ke masjid bareng..(^_^)
Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: "Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang (al Hasyr:10)

      sungguh tak pantas bagiku untuk mensejajarkan diri ini dengan para ulama, para pewaris nabi dalam hal ilmu syar'ie, oleh karena itu saya tempelkan satu ayat dari surat al Hasyr di awal tulisan ini dengan harapan bahwa ketika ada beberapa argumen yang nantinya kurang tepat, saya ingin mengembalikannya kepada ayat-ayat yang telah pasti kebenarannya, bukan argumen saya ini. dengan segala kekurangan ilmu yang saya miliki, saya harap tulisan yang muncul dari sebuah rasa keprihatinan dari lubuk hati seorang yang meyakini Allah dan Rasulnya ini benar-benar bermanfaat bagi anda semua, astagfirufu min ma akhtaa'..

     kenalilah lawanmu, maka kau akan menang..karena sekuat apapun kamu, kamu akan kalah oleh kebodohanmu sendiri. sebuah analogika sederhana yang saya coba ungkapkan disini untuk mengajak anda berfikir sejenak dengan penuh kedalaman berfikir dalam satu tulisan yang saya ingin ungkapkan perihal gemelut ketegangan dua negara Muslim, Indonesia-Malaysia akhir-akhir ini. ada tiga kata kunci disini yang menjadi kerangka berfikir, mengenal, musuh, dan menang.

    mengenal, sebuah kata yang sangat sederhana namun sangat penting bahkan bisa jadi sangat riskan jika kita tidak mengetahuinya. seorang petarung tidak akan menang jika dia tidak sanggup mengenali karakter lawannya, ketika dalam pertandingan tak khayal secara tiba-tiba dia akan kewalahan dan kaget dengan gerakan musuh yang sama sekali tidak terfikir di benak dia sebelum pertandingan. akhirnya dia kalah tanpa kehormatan karena dia ditaklukkan oleh dua hal sekaligus, lawannya dan kebodohannya. begitu pula ketika anda bersiap menghadapi ujian semester, jika anda tidak tahu bagaimana style dosen tersebut dalam membuat pertanyaan, maka sebanyak apapun materi yang anda pelajari, anda masih akan kalah dengan orang cerdik yang mengenali tipe soalnya.nah, dalam tema yang saya angkat kali ini saya akan mencoba mengajak anda untuk mengenal siapa kita, kawan kita, dan musuh kita. hanya tiga sub ini yang semoga dapat menjawab pertanyaan pokok kita tentang bagaimana sikap kita atas perihal masalah ketegangan malaysia-indonesia.

       kita adalah seorang manusia. hah..??? mungkin anda tiba-tiba tercengang dan kaget, lalu tertawa.anehhh... siapa sih yang tidak tahu bahwa kita ini manusia. iya..betul..namun tidakkah anda ingat banyak sekali manusia yang lupa bahwa dia manusia, dalam bahasa sederhananya adalah tidak bertindak dan berfikir sebagai manusia pada hakikatnya. manusia identik dengan akal sebagai teminal berfikir untuk menemukan kebenaran dan hati sebagai landasan perasaan manusiawi, sebagai bentuk kelembutan dan kasih sayang dengan alam.namun siapa sangka banyak kita jumpai kejadian-kejadian konyol manusia yang tidak memakai keduanya.seperti seorang anak yang tega memperkosa ibunya, seorang ayah yang tega membunuh anaknya. dan lain-lain.nah,  setelah kita mengetahui manusia secara sederhana, sekarang kita akan melangkah lebih kedepan, tentang pondasi dasar atas tujuan keberadaan diciptakan. pernahkah kita memperhatikan sepeda motor yang kita miliki sekarang, pernahkah terbersit fikiran bahwa motor ini diciptakan untuk mendinginkan makanan.atau sepatu digunakan untuk sarung tangan.konyol bukan. nah.kita sepakat bahwa semua diciptakan dengan tujuan tertentu menurut hakikatnya. lebih kritis lagi lebah diciptakan untuk menaburkan benih dan menghasilkan madu, kemudian kuda digunakan sebagai kendaraan tunggangan. semua logis berada tepat di tempatnya sesuai ukuran. sedangkan manusia.untuk apakah diciptakan???

          dalam alqur'an. kitab pedoman hidup seorang muslim disebutkan bahwa manusia diciptakan tidak bukan dan tidak lain hanyalah untuk beribadah kepada Allah. pernahkah kita memperhatikan bahwa makna ibadah ini luas sekali, tidak hanya sebatas shalat, zakat, puasa. dan yang sedemikian. namun lebih luas lagi. selain menyembah, beribadah dalam kalimat sederhana berarti juga melaksanakan syariat Islam dengan sebagaimana yang tlah diajarkan dalam Al Qur'an dan sunnah Rasul dalam implikasinya di dalam kehidupan ini. ini berarti bahwa semua ideologi, semua sikap, tindakan, ucapan harus sesuai dengan syariat islam, sebagai satu-satunya syariat untuk umat islam. seperti saat kita masuk kamar mandi dimulai dari kaki kiri, makan memakai tangan kanan, tata cara shalat, puasa, menikah, sampai dengan gaya berfikir. itulah yang disebut sebagai islam secara kaffah.

      mungkin anda sudah mulai bosan membaca tulisan ini karena mungkin saja anda berfikiran bahwa ini tidak berhubungan dengan statemen Indonesia-Malaysia tadi.nah..tunggu dulu..tahan sebentar keinginan anda untuk meng-close halaman ini, karena kita akan mulai masuk pada bahasan utama, yakni bagaimana menyikapi isu diatas??

sebelumnya mari kita amati sejenak ayat yang pertama kali saya tulis di awal, kemudian ayat berikut ini.

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Al hujurat:13)
 

nah, secara manusiawi kita dituntut untuk saling berkasih sayang terhadap sesama manusia, bahkan dengan alam sekitar. karena manusia adalah makhluk lemah yang membutuhkan bantuan dari orang lain, jika kita merusak keharmonisan hubungan antara sesama. lalu apalagi yang dapat kita harapkan dari mereka???

siapa kawan, siapa lawan....

sebelum kita membahas tentang siapa lawan, siapa lawan. ada baiknya kita cerna dulu ayat berikut ini dalam hati kita dengan penuh kesadaran dan kebijaksanaan juga obyektifitas yang tinggi. Allah berfirman dalam ayatnya:

Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala (al Fatir:6)

        inilah musuh kita sebenarnya, kawan. sang konspirator ulung yang pandai menjerat manusia untuk bersama-sama tersesat di jurang kenistaan, neraka. mungkin anda berkata bahwa anda sudah tahu, tapi mungkin juga anda lupa bahwa syetan itu bisa berbentuk jin dan manusia.lalu yang mana yang kita tempatkan sebagai musuh??yaitu yang menyebarkan keburukan dan kebencian.sekarang saya minta anda menjawab, bagaimana bisa kita memusuhi seorang muslim??tak pantas kita memusuhi saudara seiman yang lain melainkan hanya perilaku buruknya yang kita benci, bukan orangnya, maka sikap kita adalah mengishlahkannya, bukan menjauhi bahkan memusuhi, dan mencaci.begitu pula tak layak jika kita membenci dan memusuhi sesuatu dengan alasan yang tidak ada kaitan dengan agama kita, agama yang menjalar di tubuh kita, di fikiran kita, sehingga setiap detik hidup kita yang terfikirkan di benak kita adalah, bagaimana aku menjadi seorang muslim yang baik? kontribusi dan pengorbanan apa yang akan aku berikan kepada Islam? bagaimana islam menjawab permasalahan ini? halalkah ini? halalkah itu? maka tidak ada kejadian aneh yang melanda umat islam lagi seperti kebencian kepada Malaysia atas kekalahan timnas Indonesia oleh Malaysia melebihi kebenciannya terhadap Israel yang membantai umat islam Palestina. sehingga aqidah islam benar-benar melekat dalam hidup kita, itulah karakter seorang penghuni syurga kawan.karena dari awal sudah ditegaskan bahwa kita hidup bukan untuk dunia, namun hanya untuk beribadah dan menyembah kepada Allah azza wa jalla, tiada yang lain. jadi sepatutnya jika setiap permasalahn yang kita miliki kita kembalikan kepada Islam, sebagai bentuk keyakinan kita terhadap Islam, sebagai bentuk loyalitas kita kepada Allah.

   ketika tadi kita sudah mengetahui bahwa musuh kita hanyalah syetan, beserta sekutu-sekutunya, para kafirin. maka kita akan masuk kepada siapa kawan kita, dalam surat al Hujurat ayat 10 Allah azza wa jalla berfirman:

Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.

   nilah yang mempersatukan kita kawan, Islam. sesama umat islam adalah bersaudara, tanpa ada batasan negara, ras, ataupun plot-plot yang lain. karena umat islam nantinya akan dikumpulkan bersama di dalam syurga, sumber keindahan akhirat. maka tidaklah tabu jika kita, sesama islam saling membantu dalam perjuangan hidup menempuh jalan syurga itu bersama-sama, sebagaimana sekelompok musafir yang bepergian ke suatu tempat. maka mereka akan saling berbagi dan membantu, saling bersimpati dan empati, saling mengingatkan dan menasehati. bahkan bersama-sama menghalau sesuatu yang menghalangi perjalanan mereka. begitu indahnya Islam mengajarkan kita akan persaudaraan kawan. akalpun akan menerima bagaimana berbagai perbedaan hakiki yang ada seperti ras, warna kulit, negara. itu adalah bagian dari fitrah dan taqdir yang diberikan Allah kepada tiap-tiap manusia tanpa pilihan, artinya dari awal kita tidak bisa memilih nanti lahir di negara ini, berwarna kulit itu, dan lain sepertinya. semua itu menunjukkan keadilan Allah kepada kita. bahwa imanlah yang menyatukan kita. karena iman itu adalah sebuah pilihan, sebuah ikhtiar kita dalam mencari kebenaran hakiki. kita bisa lihat bagaimana masih banyak manusia yang tidak memilih islam sebagai agama satu-satunya bagi mereka. lantas tidak malukah kita bertengkar hanya karena perbedaan negara???lalu kita taruh dimana iman kita, keyakinan kita kepada Allah, yang telah memberikan pedoman bagi kita, Alqur'an dan sunah Rasul, yang mengajarkan akan persaudaraan berlandaskan keimanan..???
di dalam Alqur'an pun sudah dijelaskan tentang bagaimana orang-orang yang memecah belah agamanya hanya karena sikap nasionalis buta.sebagaimana yang telah dijelaskan dalam surat ar Ruum ayat 32

yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.

kemudian di surat al Mu'minuun ayat 53:

Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing).

 begitulah ketika manusia lebih mementingkan golongannya ketimbang agamanya. maka Allah akan berlepas diri terhadap mereka. naudzu'billah.

ANTARA MALAYSIA dan INDONESIA

     selain hubungan persaudaraan seiman.Malaysia dan Indonesia merupakan satu bangsa serumpun keturunan ras melayu dari bangsa mongoloid. yang terkatup dalam satu benua, Asia dimana kedua negara ini pada abad ke 15 merupakan bagian dari kekhilafahan bani abbasiyah. menyatukan diri mereka dalam satu naungan daulah Islam tanpa pagar.atas nama negara Islam yang kemudian mulai terpecah-pecah pada abad ke 17 dengan dijajahnya Malaysia oleh Inggris, dan Indonesia oleh Belanda. lalu rasa persaudaraan ini surut perlahan-lahan dengan tipu daya tiap-tiap negara jajahan yang tidak menghendaki dibangunnya lagi satu negara islam, satu kekuatan islam dalam daulah islamiyah. maka di plot-plot lah khilafah islamiyah menjadi negara-negara kecil agar tidak dapat bersatu dan menguatkan kekuatan untuk menegakkan pemerintahan islam lagi. maka terbagilah ada negara afghanistan, pakistan, india, filipina, thailand, brunei, termasuk malaysia dan indonesia.itulah mengapa Malaysia dan Indonesia menjadi negara mayoritas muslim terbesar. karena Indonesia dan Malaysia dulu pernah bernaung dalam satu atap pemerintahan islam tanpa pagar. dengan pusat pemerintahan di Iraq semasa daulah abbasiyah, dan di turki, semasa daulah utsmaniyah.

    ketika khilafah islam berhasil diplot-plot menjadi negara-negara kecil. para penjajah berusaha mengkaburkan histori ini dan menancapkan pengaruh-pengaruh busuknya terhadap bangsa-bangsa bekas bagian khilafah ini, dari pengaruh ideologi nasionalis, sampai pada budaya-budaya setempat, sehingga dalam kurun beberapa abad. tertancaplah sudah ideologi busuk itu. akhirnya orang malaysia hanya mengenal historinya hanya dari ketika mereka merdeka. terbatasi oleh garis batas negara, bangga pada negaranya sendiri. hanya senegara yang saudara. yang berbeda negara sudah beda urusan, kalau mereka macam-macam bahkan siap perang untuk negaranya. begitu pula dengan negara bekas jajahan lainnya, seperti indonesia, filipina, thailand. dan lainnya. mereka lupa bahwa selain mereka adalah saudara seiman, mereka pernah menjadi satu negara.
pernahkah kita menyadari bahwa tanah, air dan sumber daya alam lainnya adalah mutlak benar-benar milik umat sepenuhnya.

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.(al Baqarah:164)

      lalu adakah bedanya antara air malaysia dengan indonesia??tidak. orang malaysia berhak mengambil air dari indonesia dan juga sebaliknya. begitu pula SDA lainnya seperti emas, perak. dan lainnya. lalu kenapa dengan hal kecil itu saja bisa menyebabkan pertengkaran. ini adalah akibat dari sebuah kekuasaan yang bukan islami kawan, yang tidak menjalankan syariat islam dengan sempurna. maka SDA ini dianggap komoditi bangsa dan dimanfaatkan (penguasa) untuk kepentingan bersama (baca:pribadi), tidakkah anda bayangkan siapa yang paling banyak merasakan hasil SDA, penguasa bukan?? lalu kenapa kalau ada yang mengganggu mereka berteriak-teriak kepada rakyat untuk mempertahankan SDA tersebut,??karena para penguasa mau enaknya aja.tidakkah harusnya bangsa indonesia lebih marah ketika emas, tembaga, minyak yang ada di Indonesia diberikan kepada Amerika cuma-cuma daripada untuk berbagi dengan saudara kita di malaysia???

      jika kita tilik lebih jauh kebelakang, bagaimana indahnya rajutan persaudaraan ini ketika masa khilafah, dimana malaysia, indonesia, dan negara lainnya hanya berada dalam satu negara islam, mempunyai hak yang sama tanpa batas, terajut dalam indahnya beribadah kepada Allah, namun sekali lagi sikap nasionalisme buta tlah merusak segalanya.lalu salahkah sikap nasionalisme itu? sejujurnya itu tidaklah salah, namun ketika kita memahami bahwa sebagai seorang muslim kita harus mereferensi Alqur'an dan sunah Rasul dalam setiap permasalahan, maka akan kita tengok. bagaimana posisi negara atas agama ini, jika nasionalisme itu untuk menegakkan ajaran islam, maka itu mungkin sah-sah saja selama masih dalam koridor islam, tapi masalahnya adalah selama ini tidak ada sifat nasionalisme yang sejalan dengan islam, sebagai contoh peperangan antar negara muslim, bukankah itu namanya memerangi umat islam yang seharusnya darah, kehormatan, dan hartanya dijaga oleh saudara islam lainnya. kemudian berhukum dengan hukum negara yang bertentangan dengan hukum islam, apakah itu tidak mensekutukan Allah namanya??

di balik ini semua..

    wahai teman-temanku, saudara-saudaraku semua, baik yang di Indonesia, malaysia, filipina, thailand dan lainnya. tidakkah kita perhatikan bahwa isu-isu perpecahan dunia ini pasti terjadi karena ada sebab, namun jika amati lebih jauh isu-isu perpecahan ini mempunyai sebab yang tidak sesuai dengan konsekuensi yang ada seperti perang dan permusuhan. lalu bagaimana? isu malaysia-indonesia, india-pakistan, korut-korsel. dan lainnya. bagaimana bisa terjadi. itu semua terjadi karena ada jaring-jaring provokasi yang ingin menguasai negara-negara dunia. maka mereka berusaha membuat pertengkaran dua negara sehingga mereka mudah menyusup dan mengontrol mereka dalam sisi ekonomi, militer, politik, dan lainnya. sehingga mereka mampu mendapatkan ambisi mereka untuk menguasai dunia. anda mungki terheran dan tidak percaya dengan kata ini, inilah konspirasi dunia kawan. lalu yang menjadi persoalan, siapa mereka..konspirator hebat yang ingin menguasai dunia dengan menghalalkan segala cara. Allah, tuhan kita satu-satunya yang Maha Mengetahui, tlah jauh-jauh hari memberikan isyarat kepada kita untuk berhati-hati dalam menjaga iman kita dari musuh-musuh kita. dalam surat al isra ayat 4 dan 5.
Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: "Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar."

Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana.

SAATNYA UMAT BERSATU ATAS NAMA ISLAM

     maka inilah saatnya kita sadar, bahwa kita ini adalah bersaudara saudara seiman. yang tidak akan pernah berpelukan ataupun bergontok-gontakan (bermusuhan) kecuali atas dasar Islam. tiada satu batas wilayah, ras, warna kulit, bahasa yang akan menghalangi kita. karena kita adalah umat yang satu. yang telah ditakdirkan dengan segala perbedaan untuk menegakkan dien islam di muka bumi ini, yang tidak akan terprovokasi oleh jeratan-jeratan syetan dalam berbagai bentuknya. karena kita umat yang dibanggakan, atas dasar taqwa, bukan golongan, yang akan berbagi kebahagian dan kesedihan, atas nama syariat islam. sebagaimana kaum Anshar dan Muhajirin, wahai saudaraku di negara manapun. kita adalah satu, sebagaimana satu tubuh, kita akan merasakan sakit jika salah satu tubuh kita tersakiti, dan kita akan menyembuhkan bersama, kita tidak akan menyakiti bagian tubuh kita ini, karena kita satu. umat yang diberi rahmat. ALLAHU AKBAR...!!!!

Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?" Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: "Kamilah penolong-penolong agama Allah", lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang. (As Shaf 14)  

Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Meraka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan[1462] yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung. (Mujadilah 22)

Allahu'alam bisshowab......
 




0 comments:

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--