Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Monday, December 6, 2010

Adi bin Hatim, sahabat terakhir yang paling dicintai Rasul

      Adi bin Hatim namanya, Seorang anak keturunan bangsawan yang tergolong sahabat yang paling akhir masuk Islam, namun sangat dicintai rasulullah perihal masuk Islamnya beliau, semua bukan karena tanpa sebab. untuk lebih jelaskan akan kita simak perjalanan indah dari sebuah kisah ini.

        Bangsa Arab (Quraisy) merupakan bangsa yang sangat terpandang dikalangan bangsa lain, namun kejahiliyahan mereka pada jaman dahulu yang membuat rusaknya peradaban Arab kala itu. bangsa arab mempunyai kategori-kategori tersendiri dalam pembedaan tingkat sosial.ada 3 kategori dimana seorang arab bisa dikatakan sebagai kalangan bangsawan, atau orang terpandang di masyarakat, yaitu orang yang mempunyai garis keturunan bangsawan, orang yang mempunyai harta yang melimpah, dan orang yang mempunyai kuda perang. kuda perang ini sangatkah mahal karena tubuhnya yang besar dan kekar, tidak semua orang sanggup membelinya.

     dialah Hatim, seorang Quraisy yang sangat di hormati di masyarakatnya karena selain seorang bangsawan,seorang saudagar kaya raya dan mempunyai kuda perang terbaik yang dicari oleh raja-raja negara lain. dia juga dikenal sebagai seorang nasrani yang sangat menghormati tamunya. dikisahkan bahwa Hatim ini tidak segan-segan memberikan apapun kepada tamunya. sudah menjadi tradisi di bangsa quraisy kala itu ketika ada seorang saudagar atau orang asing yang lewat di perkampungannya akan di berhentikan kemudian ditanya, dari suku mana atau dari keturunan mana, ketika sang pengelana itu dari keturunan bangsawan, maka kaum Quraisy ini tidak segan-segan untuk menawari masuk kedalam rumah untuk di jamu sebagai tamu terhormat. sang hatim dikenal sebagai orang yang selalu awal mendatangi orang yang datang untuk dijamu di rumahnya.

         kisah masyhurnya Hatim sebagai orang yang sangat menghormati tamunya berawal ketika pada saat itu datanglah seorang utusan dari negara lain, seperti biasanya, hatim kemudian mendekatinya dan tanpa tanya dia segera mempersilahkan utusan tadi untuk singgah di rumahnya. sang utusanpun mengiyakan. dijamulah utusan tersebut dengan makanan-makanan yang sangat lezat, setelah itu sang utusan dipersilahkan istirahat di kamar yang telah disediakan. hari itupun berlalu, keesokan harinya didapatilah utusan tersebut keluar kamar dengan keadaan yang kembali segar setelah capek perjalanan dari negaranya menuju ke kampung itu. singkat cerita terjadilah obrolan yang kemudian mengejutkan sang utusan tadi. sebagai sang tuan rumah bertanyalah Hatim perihal maksud kedatangan sang utusan raja itu ke kampungnya. lalu dijawablah bahwa dia hendak bertemu orang yang bernama Hatim, kemudian Hatim mengaku bahwa dialah orang yang dia cari itu, 

      dengan penasaran Hatim menanyakan perihal apa sang utusan hendak menemuinya, sang utusanpun angkat bicara tentang maksud sang raja untuk membeli kuda perang Hatim yang terkenal hebat dan sangat mahal, hingga dikenal di penjuru negara lain.sang utusan mengatakan bahwa rajanya akan membeli kuda itu berapapun harga yang diminta.tiba-tiba Hatim tersenyum lebar mendengar ucapan sang utusan tadi, sang utusan tersebut bingung, kemudian dengan penasaran bertanya, kenapa dia tersenyum. lalu sang hatim berkata dengan tenang (kurang lebih)," daging yang anda makan dengan lahap tadi, itu adalah daging kuda yang anda cari itu.." kagetlah sang utusan tadi, dari situlah kabar kebaikan sang hatim akan penghormatan yang luar biasa pada tamunya terdengar di seluruh pelosok negeri, termasuk sampai ke telinga rasulullah.

     suatu ketika Rasulullah didatangi oleh seorang yang mengaku bernama Adi bin Hatim, putra dari hatim, perihal keinginannya untuk meninggalkan nasrani dan masuk Islam. bahagialah hati Rasulullah melihatnya. kemudian dengan disaksikan beberapa sahabat, Adi bin Hatim mengucapkan syahadat di hadapan Rasulullah. rasulullah melihat kalung salib yang masih menggantung di leher Adi bin Hatim, lalu didekatilah dia. dilepaskanlah pelan kalung salib tadi dari leher Adi bin Hatim seraya melantunkan surat at Taubah ayat 31 yang terjemahannya :

[ mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al masih putera Maryam, Padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.]
 
    tiba-tiba Adib bin Hatim ini mengelak dan berkata bahwa dia tidak pernah menyembah rahib-rahib atau pendeta-pendetanya. kemudian dengan tenang Rasulullah bertanya pada Adib bin Hatim "apakah rahibmu menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allah dan kamu menghalalkannya, dan apakah rahibmu mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah kemudian kamu mengharamkannya???" lalu dengan penuh  kesadaran Adi bin Hatim ini mengakui kesalahannya dan segera bertaubat kepada Allah, jadilah dia orang yang terakhir kali masuk Islam di kalangan sahabat. segala puji bagi Allah yang telah menunjukkan hambanya jalan lurus menuju syurgaNya.

2 comments:

Anonymous said...

assalamoalaikum...

seru kisahnya.... jd tersadar !
gmana nasib kita yg mematuhi UU RI yg jls isinya jauh dari syariat.. ASTAGHFIRULLAH..
trimakasih saudaraku

Darkness Prince said...

wa'alaikumsalam warahmatullah..,
ya, semoga ini mampu memberikan kita pelajaran untuk lebih hati-hati lagi menjaga aqidah yg mudah terkoyak di jaman seperti ini. afwan..

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--