Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Monday, April 12, 2010

satu malam di hatiku...

ku pandangi sketsa langit penuh pesona..
mencoba merasakan tiap langkah gemuruh hati yang terlampau tenteram.. dan malam ini..,
terdengar rintik hujan memecah kesunyian temaram..
bilik kataku berkedut penuh tanya.
mendapati rembulan dann bintang tak henti melirikku menggoda...
tau kenapa..?
mereka membisikiku "pandangan matamu penuh cinta"..

tak bisa ku membayangkan.
ketika malam ini anak hujan berlari menari~nari di atas bumi,
menyambut angin malam yang bersiul-siul dari balik selimut cakrawala..
rembulan juga bintang-bintang membentuk rase cinta,
kilat menyambar penuh elegi..

lalu apakah semua itu terlewati tanpa arti wahai kawan..??
yg aku tahu itu semua adalah bahasa dzikir penghuni langit.
sedang penduduk bumi terus memalas memaknai tiap harakat hidup ini.


memungut puisi malam tanpa sinar terang sang rembulan..
mencoba mengelilingi cahaya yg tlah terkuasai alam..
terdiam sejenak..
memahami tiap ukiran indah ciptaan Sang Raja..
seperti sunyi sepi tak pernah terjadi..
hati merenung terdiam.

tak ingin kudustai ketakjuban ini
walau amarah dunia kini menghitam di ujung tombak..
setitik kecil menyadarkan keangkuhan,
dan ketika ikatan kesadaran mulai terlepas.
lantunkan dzikir..alirkan air mata ini
agar malam ini semakin berkesan.

bintang itu muncul lagi untuk kesekian kali
dan mencoba mendekatiku..
mengalir elok anggunnya menyinari pandangku..
ku meragu dan dia tersenyum padaku..

kulangkahkn kaki ikuti jejak cahayanya..
sampai mataku terekor pada satu sosok anggun nan bercahaya mukanya..
kutanya siapa engkau..?
dia menjawab lirih "aku adalah tulang rusukmu."
bagaimana aku melihat parasmu yang elok bersinar itu??
dia hanya menjawab "tahan amarahmu dan kendalikan nafsumu..

hingga ketika cinta itu benar-benar muncul,
aku merasa tiada daya saat dihadapkan dengan cinta seorang hamba.
tiba-tiba hatiku berkata " kenapa tidak kau rayu saja pemiliknya",,
lalu aku bertanya,'dengan apa'.???
dengan sendu hatiku berkata,,

"ambillah hatiNya di sepertiga malamnya,,ambillah perhatianNya dg mperjuangkn agamaNya..
ambillah kpercayaanNya dengan darah dan keringatmu di jalanNya.."

bagaimana jika tidak berhasil, ?
lalu hatiku tersenyum dan berkata.."apakah 70 bidadari tu kurang cukup bagimu..???"

lembayung cinta bersemi riang..
gumpalan terik takkan jadi duri bagi jalan ini..
langkah kaki berseret peluh menapak tegas..
biarlah gundah-malu terlupakan sekejap..
bertopeng cahaya dan berselimut panas takkan menghentkan perjuangn ini..
meski tubuh berkait kringat semoga pudar termuai mimpi masa depan yg cerah.

indah..indah..dan semakin indah..
ternyata bahasa keindahan itu bahasa Tuhan,
seperti saat aku menelaah lembayung sore ini.
indahnya laksana alunan hidupku..,
teduhnya seperti rasaku..,
dan cintanya seperti yang tersimpan di hati ini...

apakah aku sedang bercermin dengan alam..??
cukup tenang emang..
dan malam brangsur2 merekah menampakkan keindahana..
bersama bintang membikin oase langit..

begitulah aturan Tuhan..
begitu rapi...begitu mempesona..
tapi mengapa masih ada yang mendustakanya..

memungut puisi malam tanpa sinar terang sang rembulan..
mengelilingi cahaya yg tlah terkuasai..
terdiam sejenak..mengukir indahnya ciptaan Sang Raja..
sunyi sepi seperti tak pernah terjadi..
hati merenung terdiam..
jangan kau dustai niat..
walau amarah sudah di ujung tombak..

antara cintaku dengan cintamu...
kapan taqdir ini segera bertemu...???

(di satu malam perenungan panjang)

0 comments:

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--